Oleh
Muhammad Faizal dzikri
292013170
RS13E
PROGRAM S1 PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN
SATYA WACANA
SALATIGA
2016
Kata Pengantar
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa atas segala limpahan rahmat serta karunia-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada waktunya yang
berjudul “Tugas Artikel Matematika ”.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkana demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Penyusun
Daftar
Isi
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
I.
Masalah pembelajaran
matematika di SD..................................................................1
II.
Hasil Kajian Teori ......................................................................................................1
III.
Hasil Kajian
Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran......................1
IV.
Rancangan Produk yang
akan Dikembangkan...........................................................2
V.
Hasil Produk yang
dihasilkan (Produk dan RPPnya).................................................2
VI.
Hasil Implementasi
(Foto dan Deskripsinya)..............................................................4
VII.
Pembahasan Hasil
(ceritakan dampak dari implementasi produk dan respon siswa sesuai masalah yang
dihadapi)...................................................................................7
I. Masalah pembelajaran matematika di SD (tempat, kelas , masalah
yang dihadapi)
Masalah pada
siswa yang saya teliti yaitu anak kurang memahami kalimat soal yang terdapat
pada soal matematika. Sebenarnya siswa tersebut sangat pintar dalam mata
pelajaran matematika tetapi pada saat siswa tersebut berhadapan pada soal
cerita siswa tersebut kebingungan terutama pada bab pecahan kelas 4 SD.
II. Hasil
Kajian Teori
Teori
Piaget
Periode
konkret (7,0-11,0 tahun)
Pada
periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi. Pemikiran anak tidak lagi
didominasi oleh persepsi, sebab anak mampu memecahkan masalah secara logis.
Tahap
operasi konkret dinyatakan dengan perkembangan system pemikiran yang didasarkan
pada peristiwa – peristiwa yang langsung dialami. Anak masih menerapkan logika
berpikir pada barang – barang yang konkret, belum bersifat abstrak maupun
hipotesis.
Benda-benda
konkrit adalah benda apa adanya atau benda asli tanpa perubahan. Benda-benda
konkrit dapat ditemukan dilingkungan sekitar kita yang dapat menjadi dijadikan
sebagai media pembelajaran matematika.
III.
Hasil
Kajian Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran
a) Pendekatan Kontekstual
Pendekatan
Kontekstual Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar
yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia
nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga
dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran yang diharapkan lebih
bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk
kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru
ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.
·
Secara garis besar langkah-langkah
penerapan CTL dalam kelas sebagai berikut : Kembangkan pemikiran bahwa anak
akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan
mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
·
Laksanakan sejauh mungkin kegiatan
inkuiri untuk semua topik.
·
Kembangkan sifat ingin tahu siswa
dengan bertanya.
·
Ciptakan masyarakat belajar (belajar
dalam kelompok-kelompok).
·
Hadirkan semua model sebagai contoh
pembelajaran.
·
Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
·
Lakukan penilaian yang sebenarnya
dengan berbagai cara.
b)
Strategi Berbasis Masalah
Pembelajaran
berbasis masalah adalah salah satu strategi pembelajaran dalam konteks
kehidupan nyata yang berorientasi pada pemecahan masalah serta mengembangkan
berpikir kritis, sintetik, dan praktikal dengan memanfatkan multiple intellegencies
untuk membiasakan belajar bagaimana belajar.
c)
Metode Problem Solving
Metode
pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam
kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah
baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk
dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
d)
Teknik Pembelajaran Kontekstual
Teknik
pembelajaran kontekstual. Teknik pembelajaran yang satu ini merupakan sebuah
teknik atau cara pembelajaran yang berbasis pada konteks. Artinya seorang
tenaga pendidik diharapkan agar menyampaikan atau memberikan pelajaran
matematika yang sesuai dengan konteks yang dialami para peserta didik. Cara
semacam ini akan membuat peserta didik akan lebih mudah menangkap materi
pelajaran matematika yang disampaikan tenaga pendidiknya.
IV.
Rancangan
Produk yang akan Dikembangkan
Produk yang saya kembangkan yaitu berupa PPT. PPT ini
didalamnya terdapat materi tentang pecahan untuk kelas 4 SD. PPT ini dibuat
untuk membekali peserta didik mengenai materi pecahan sehingga peserta didik
nanti dapat memahami mengenai materi pecahan.
V.
Hasil
Produk yang dihasilkan (Produk dan RPPnya)
PPT terlampir. PPT ini merupakan media sekaligus modul untuk membantu siswa untuk memahami pecahan.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama
Sekolah : SD .....
Mata
Pelajaran : Matematika
Kelas/semester
: IV/2
Alokasi
Waktu : 2 x 30 menit
A. Standar kompetensi:
6. Menggunakan pecahan
dalam pemecahan masalah
B. Kompetensi Dasar:
6.5
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan
C. Indikator:
Menyelesaikan
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan
Menyelesaikan
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan pecahan
D. Tujuan Pembelajaran:
1. Dengan penjelasan dari guru siswa dapat memecahkan
soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan secara benar
2. Dengan penjelasan dari guru siswa dapat memecahkan
soal cerita yang berkaitan dengan pengurangan pecahan secara benar
E. Materi Ajar:
Masalah yang
berkaitan dengan Penjumlahan Pecahan
Masalah yang
berkaitan dengan Pengurangan Pecahan
F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran:
Pendekatan : Kontekstual
Metode
Pembelajaran: ceramah, tanya jawab, Problem solving
G. Langkah-langkah Pembelajaran:
I.
Kegiatan Awal (10 menit)
1. Guru
menyiapkan psikis dan memotivasi peserta didik tentang kegunaan mempelajari
pecahan
2. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran, dengan mengatakan “Anak-anak melalui media
pembelajaran kalian dapat mempelajari pemecahan masalah yang berkaitan dengan
pecahan”
3. Tanya jawab
mengenai penjumlahan dan pengurangan pecahan
“Bagaimana
langkah mengerjakan penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama?”
Menjumlahkan
pembilang-pembilangnya dan penyebutnya tetap
“Bagaimana
langkah mengerjakan penjumlahan pecahan yang berpenyebut tidak sama?”
Menyamakan
penyebutnya dengan KPK dari penyebut itu kemudian menjumlahkan pecahan yng baru
seperti pada penjumlahan pecahan yang penyebutnya sama
“Bagaimana
langkah mengerjakan pengurangan pecahan yang berpenyebut sama?”
Mengurangkan
pembilang-pembilangnya dan penyebutnya tetap
“Bagaimana
langkah mengerjakan penjumlahan pecahan yang berpenyebut tidak sama?”
Menyamakan
penyebutnya dengan KPK dari penyebut itu kemudian mengurangkan pecahan yang
baru seperti pada pengurangan pecahan yang penyebutnya sama
4 . Guru
mengarahkan siswa agar dalam memecahkan soal cerita pecahan juga dilakukan
secara sistematis.
II.
Kegiatan Inti (40 menit)
- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai langkah Penyelesaian Soal Secara Sistematis pada soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut sama (eksplorasi)
- Siswa mengerjakan latihan soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut sama sesuai (elaborasi)
- Siswa diberi penguatan mengenai latihan soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut sama yang sudah dikerjakan (konfirmasi)
- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai langkah Penyelesaian Soal Secara Sistematis pada soal cerita pengurangan pecahan berpenyebut sama (eksplorasi)
- Siswa mengerjakan latihan soal cerita pengurangan pecahan berpenyebut sama sesuai dengan yang diajarkan (elaborasi)
- Siswa diberi penguatan mengenai latihan soal cerita pengurangan pecahan berpenyebut sama yang sudah dikerjakan (konfirmasi)
- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai langkah Penyelesaian Soal Secara Sistematis pada soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama (eksplorasi)
- Siswa mengerjakan latihan soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama (elaborasi)
- Siswa diberi penguatan mengenai latihan soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama yang sudah dikerjakan (konfirmasi)
- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai langkah Penyelesaian Soal Secara Sistematis pada soal cerita pengurangan pecahan berpenyebut tidak sama (eksplorasi)
- Siswa mengerjakan latihan soal cerita pengurangan pecahan berpenyebut tidak sama (elaborasi)
- Siswa diberi penguatan mengenai latihan soal cerita pengurangan pecahan berpenyebut tidak sama yang sudah dikerjakan (konfirmasi)
III.
Kegiatan Akhir (10 menit)
1.
Guru dan siswa,
menyimpulkan pelajaran hari ini.
2.
Siswa
mengerjakan evaluasi
3.
Umpan balik
4.
Siswa diminta
untuk mempelajari materi selanjutnya dan guru memberikan PR
H. Media dan Sumber Belajar:
1
LCD
Proyektor
2
Laptop
3 Power Point
I. Penilaian:
Prosedur tes :
· Awal : ada
· Proses : ada
· Akhir : ada
Jenis tes : tes
Bentuk tes : lisan, tertulis
Instumen
tes : soal evaluasi (terlampir)
VI. Hasil Implementasi (Foto dan Deskripsinya)
Soal no.1. soal cerita pecahan yang tidak
bisa dikerjakan oleh siswa.
Soal no.2,3,4,5 untuk no.2,3, dan 4 siswa
tersebut salah, tapi pada buku tersebut sudah dibenarkan. Jadi selain saya
bimbing siswa tersebut saya suruh untuk membenarkan.
Soal diatas merupakan soal yang siswa
tidak dapat memahami kalimat soal pada soal cerita diatas. Saya membantu siswa
tersebut dengan cara menjelaskan apa yang dimaksud dalam soal tersebut kemudian
siswa tersebut mulai untuk mengerjakan, Karena siswa tersebut sangat pintar
dalam matematika setelah saya menjelaskan siswa tersebut langsung bisa
mengerjakannya.
Soal Latihan untuk siswa yang saya bimbing sebagai bentuk
bahwa siswa tersebut sudah benar-benar bisa dan tidak memiliki kesulitan
mengenai soal cerita pecahan beserta jawabannya.
Dan ini foto saya dengan siswa yang saya
bimbing.
VII. Pembahasan Hasil (ceritakan dampak dari implementasi produk dan
respon siswa sesuai masalah yang dihadapi)
Dampak dari atau setelah produk yang saya buat siswa
tersebut ternyata siswa tersebut langsung memahami mengenai konsep pecahan.
Siswa tersebut cerita bahwa ppt yang saya buat lebih mudah untuk dipahami
siswa, karena guru siswa tersebut lebih banyak bercerita dan tidak menggunakan
benda nyata sebagai medianya. Setelah saya menjelaskan materi pecahan kepada
siswa dan lalu saya menyuruh siswa
tersebut mengerjakan soal yang telah saya buat dan hasilnya siswa tersebut dapat
menjawab semua pertanyaan yang saya buat.








Post a Comment for "Tugas Artikel Matematika "